Tampilkan postingan dengan label Artikel Kiriman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kiriman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Oktober 2012

Isi Lengkap Pidato SBY soal Kisruh KPK-POLRI

Presiden SBY angkat bicara terkait kisruh antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri. Sejumlah solusi disampaikan SBY untuk menengahi pertikaian itu agar tidak berlarut-larut.

Bismillahirrahmanirrahim.
Saudara-saudara, seluruh rakyat Indonesia di manapun saudara berada, pada malam hari ini saya ingin memberikan penjelasan yang hari-hari terakhir ini menjadi perhatian masyarakat luas. Yaitu perbedaan pandangan atau perselisihan antara pihak Polri dengan pihak KPK di dalam menjalankan tugas bersamanya, menegakkan hukum utamanya memberantas korupsi.

Kemudian dampaknya telah sama-sama kita rasakan. Oleh karena itu, saya pandang perlu sekali lagi untuk memberikan penjelasan pada malam hari ini. Kita masih ingat bahwa dulu pernah ada perselisihan antara KPK dengan Polri, ketika juga ada perbedaan pendapat antara Pak Susno dan Pak Bibit dan Pak Chandra. Sedangkan hari-hari ini situasnya berkembang ke arah yang tidak sehat.

Penjelasan ini juga saya perlukan agar ketika saya harus kembali turun tangan, rakyat bisa mengerti mengapa saya harus melakukan langkah itu. Kita mengetahui bahwa sebenarnya pihak Polri dan KPK berusaha menyelesaikan perbedaan pandangan itu merujuk pada UU dan Mou, atau nota kesepakatan. Tetapi, tidak bisa dicapai kesepakatan yang bulat. Sungguhpun demikian, saya terus terang sangat berhati-hati jika harus memasuki wilayah di mana KPK sedang bekerja. Mengapa saudara-saudara? Isunya pasti akan menjadi sensitif, dikira presiden mempengaruhi KPK.

Sekaligus pada kesempatan yang baik ini saya ingin meluruskan karena sejumlah SMS yang saya terima 2 hari lalu sampai hari ini ada yang beranggapan KPK itu di bawah presiden. Tidak. KPK adalah wilyah independen. Lima pimpinan KPK dipilih DPR RI, dan calon-calon kpk itu diseleksi oleh tim independen. Ini saya sampaikan agar tidak ada salah pengertian bahwa KPK-Polri di bawah presiden.

Kemarin Mensesneg telah berikan penjelasan. Penjelasan itu diperlukan karena saya mengikuti kegaduhan di sosial media dan SMS yang masuk ke tempat saya yang seolah-olah presiden diam saja, tidak melakukan apa-apa pada dinamika yang berakhir pada minggu ini.

Saya ingin jelaskan hari ini, tanggal 5 Oktober saya memanggil Kapolri untuk memberikan arahan untuk mengatasi perselisihan polri kpk itu. Pertemuan itu tentu sebelum terjadi insiden 5 Oktober malam hari di KPK. Setelah terjadinya insiden apa yang dilakukan Polri terhadap anggota polisi sebagai komisaris KPK Kompol Novel Baswedan, esoknya saya juga bekerja.

Waktu itu lewat Menko Polhukam saya berikan, ada Kapolri bisa bertemu pada pimpinan KPK pada hari Minggunya. Segera bertemu, agar terjadi solusi yang baik. Tapi tidak bertemu karena pimpinan KPK sedang berada di luar kota. Oleh karena itu saya setujui atas permintaan mereka karena ada sejumlah hal yang akan disampaikan kepada saya.

Saya tadi pagi juga setuju atas permintaan KPK agar Mensesneg memfasilitasi pertemuan Kapolri dan KPK. Dan alhamdulilah tadi siang saya sendiri telah bertemu dua pimpinan KPK, Abraham dan Bambang Widjojanto, dengan Kapolri didampingi Mensesneg. Pertemuan harus saya katakan berjalan baik dan konstruktif.

Saudara-saudara, penjelasan yang ingin saya sampaikan malah hari ini, saudara-saudara kami rakyat Indonesia bisa memahami duduk persoalan ini dan bisa memahami apa kebijakan, solusi dan tindakan lebih lanjut yang harapan saya bisa dijalankan bersama-sama oleh kepolisian, KPK dan kita semua. Dengan pengantar itu penjelasan ini akan saya sampaikan dalam 4 hal utama.

1. Saya akan merespons apa yang disuarakan akhir-akhir ini, apa tuntutan masyarakat agar presiden mengambil alih persolan ini.

2. Saya akan jelaskan dan sekaligus nanti solusi apa yang saya tempuh berkaitan masalah Polri dan KPK.

3. Ini kesempatan yang baik untuk sampaikan posisi dan pendapat saya terhadap pemikiran untuk melakukan revisi terhadap UU KPK.

4. Saya tutup penjelasan saya malam hari ini dengan lima kesimpulan utama yang juga merupakan solusi dan langkah ke depan yang harus dilaksanakan.

Pertama, kapan presiden harus ambil alih dalam penegakan hukum. Selama ini saya ambil dalam penegakan hukum. Peran presiden yang paling tepat adalah menengahi dan memediasi agar permasalahan itu bisa diatasi.

Saya pernah menengahi ketika ada perselisihan antara lain KPK dengan MA, itu sekitar tahun 2006, BPK dengan MA tahun 2007, KPK dan Polri tahun 2009. Tetapi Presiden tidak bisa mengintervensi apa yang dilakukan penegak hukum dalam menangani UU yang bukan kewenangan presiden.

Hal yang sama dalam menangani kewenangan penyidik itu juga berlaku bagi Jaksa Agung, KPK, kecuali ada kewenangan yang diatur dalam UU. Saudara tahu bahwa kewenangan yang diberikan presiden ada 4, yaitu pemberian grasi dan amnesti dan abolisi dengan mendengarkan DPR.

Permasalahan ini menyangkut permasalah KPK-Polri merupakan yang kedua kalinya. Saya ingat perselisihan KPK dengan lembaga yang lain dan saya ikut memediasinya. Ini yang ketiga kalinya.

Saya tidak pernah melakukan pembiaran atau melakukan mediasi. Tetapi harus dihindari presiden terlalu sering untuk ursusan penegakan hukum ini.

Lima tahun lalu saya punya inisiatif untuk pemberantasan korupsi, banyak yang kritik saya itu tidak tepat karena itu mencampuri penegakan hukum. Empat tahun lalu saya membuka antara Jaksa Agung, Polri, dan kembali saya disebut memasuki wilyah yang bukan wilayah saya.

Jika menyangkut sinergi dan koordinasi antara Polri dan KPK dan bahkan Kejaksaan Agung, sudah ada UU yang mengatur baik dalam KUHP, KUHAP maupun UU KPK. Juga sudah ada MoU antara KPK dan Polri dan juga Kejaksaan Agung. Jika MoU yang ada sekarang ini kurang memadai dan kurang tegas, silakan diperbaharui, utamanya mengenai penyidikan dan KPK mengambil alih dan bagaimana caranya mengambil alih itu. Semuanya harus mengarlir dalam UU KPK yang sekarang ini.

Saya ingin masuk dalam inti permasalahan apa yang terjadi KPK dan Polri serta solusi serperti apa yang harus dijalankan. Ada perbedaan pandangan:

1. Pandangan siapa yang menangani persoalan simulator SIM

2. Penanganan personel penyidik KPK dari Polri

3. Insiden tanggal 5 Oktober seputar rencana elemen Polri untuk menegakkan hukum atas seorang perwira polri yang diduga melanggar hukum beberapa tahun lalu.

Tiga hal itulah yang akan saya respons dan solusi jalan keluarnya.

1. Kasus simulator SIM.

Saya ingin jelaskan setlah ada perselisihan KPK-Polri setelah kasus simulator SIM, kepada saya dilaporkan kepada Polri setelah pertemuan Polri-KPK disepakati bahwa Irjen Djoko Susilo ditangani KPK sedangkan sisanya ditangani Polri. Ternyata sikap pada KPK kepada publik tidak seperti itu.

Itulah sebabnya saat berpuka puasa bersama di Polri dan saya bertemu pimpinan KPK dan Polri kepada beliau berdua, sesuai UU dan MoU bisa lakuan kerja sama yang konstruktif agar kasus simulator itu bisa dilaksanakan dengan efektif dan tuntas.

Pasca pertemuan itu dalam pelaksanaan penuntasan yang melibatkan KPK dan Polri dilibatkan kerja sama sebaik-baiknya termasuk saling membantu satu sama lain. Di luar itu Menko Polhukam juga terus bekerja untuk menengahi perselisihan dalam kasus itu. Dalam menjalankan roda pemerintahan itu ada sistem dan aturannya. Tentu tidak semua ditangani presiden. Ada menteri, ada lembaga kementrian, di daerah ada gubernur dan wali kota dan sebagainya. Mereka juga memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Kembali pada isu ini, tampaknya koordinasi dan sinkronisasi itu tidak berjalan baik. Oleh karena itu solusi yang kita tempuh adalah penanganan korupsi kepada Djoko Susilo ditangani oleh satu lembaga yaitu KPK, karena kalau ada penuntutan pejabat yang melakukan itu akan dituntut bersama. Ini juga sesuai UU 30/2002 tentang KPK pasal 50.

Tetapi kalau ada kasus pengadaan barang di Polri saya dukung diselesaikan di Polri, saya katakan Polri juga akan melakukan penertiban pengadaan barang di Polri. Dalam hal ini saya ucapkan terimakasih kepada Polri yang melakukan penuh dan ini menunjukkan Polri serius menangani kasus ini.

2. Menyangkut perbedaan pandangan antara Polri dan KPK berkaitan dengn penugasan perwira Polri di KPK. Aturan yang berlaku adalah peraturan pemerintah pasal 5 ayat 3 bahwa masa penugasan pegawai negeri paling lama 4 tahun dan dapat diperpanjang 1 kali, saya ketahui penyidik itu harus mengikuti alih penugasan, tour of duty, ini berlaku bagi setiap perwira polri apalagi mereka yang di KPK personel yang baik sehingga tumbuh menjadi pejabat-pejabat di teras Polri.

Di sisi lain, hal itu tidak baik karena hal itu terlau cepat sehingga menghambat tugas-tugas penyidikan. Misalnya akan melakukan alih status menjadi penyidik KPK dalam arti harus berhenti dari Polri itu ada aturannya. Peraturan alih status ini juga berlaku bagi TNI dan penugasan lain. Bahkan alih status untuk perwira tinggi perizinannya hinga tingkat presiden.

Solusi yang ditempuh adalah kita akan keluarkan peraturan baru, bahwa penyidik Polri ke KPK selama 4 tahun dan bisa diperpanjang asal ada persetujuan Kapolri, misalnya. Tetapi jika hal demikian tetap dianggap tetap memutus efektivitas KPK, maka anggota tersebut diberikan kesempatan untuk alih status. Tidak dibenarkan secara sepihak KPK memberhentikan penyidik itu karena mereka terikat UU dan etika kepolisian. Sebaliknya pula Polri tidak menarik penyidik tersebut tanpa persetujuan dari KPK. Oleh karena itu, dalam hal ini saya akan keluarkan peraturan pemerintah yang tepat baik untuk KPK dan baik untuk Polri berkenaan kebijakan tugas personel Polri untuk mengemban tugas bagi penyidik. Itu isu kedua bagi KPK.

3. Solusi penegakan hukum Polri Kombes Novel yang sekarang menjadi penyidik KPK. Insiden itu terjadi pada tanggal 5 Oktober 2012 dan hal itu sangat saya sesalkan. Saya juga menyesalkan berkembangnya berita yang simpang siur demikian sehingga muncul masalah politik yang baru.

Jika KPK dan Polri bisa jelaskan penjelasan yang jujur dan jelas, maka masalahnya tidak menjadi luas seperti ini. Terhadap hal ini saya telah berikan pendapat terhadap pertemuan tadi siang yang saya pimpin. Tapi saya akan sampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia, agar seluruh situasi diletakkan secara menyeluruh diletakkan dalam konteks yang benar.

Kalau kita merujuk pada UUD 45 semua warga negara sama kedudukannya di dalam hukum. Sehingga bila terbukti ada kejahatan yang terbukti oleh WNI mestilah hukum itu ditegakkan, apakah itu dia presiden, anggota Polri, anggota DPR, anggota KPK, wartawan, TNI dan siapa pun. Kesamaan kedudukannya dalam hukum dengan pemahaman konstitusi maka jika ada anggota KPK melakukan pelanggaran hukum, tidak boleh dikatakan kriminilisasi KPK.

Laporan yang saya terima dugaan pelanggaran hukum terhadap anggota Polri di KPK tidak terkait tugasnya sebagai penyidik KPK, tetapi terjadi 8 tahun yang lalu. Di dalam hukum semuanya harus merujuk secara baik dalam hukum dan UU yang berlaku. Jangan misalnya ada anggota Polri yang melaksanakan tugas untuk melakukan penyidikan kasus SIM tersebut, tidak boleh. Sebaliknya, ada anggota yang divonis dilihat sebagai upaya kriminilisasi KPK.

Menurut pandangan saya sangat tidak tepat kalau ada proses Komisari Polisi Novel Baswedan sekarang ini, timingnya tidak tepat dan pendekatan dan caranya juga tidak tepat. Itu pandangan saya, dan kira-kira solusi menyangkut tiga hal yang juga merupakan perselisihan KPK-Polri.

Berikut ini saya akan sampaikan pendapat saya dan pandangan saya mengenai revisi UU KPK. Saya berpendapat peraturan untuk merevisi UU harus dilandasi niat baik. Jika DPR memiliki pemikiran revisi ini, mesti dijelaskan apa dan mengapa itu harus direvisi.

Terhadap masyarakat dan aktivis, sebaiknya juga bersedia mendengarkan itu jangan itu divonis seolah-olah memperlemah KPK. Setelah mendengarkan DPR, masyarakat luas, dan aktivis bisa menyampaikan pandanganya bisa setuju atau tidak setuju. Namun perlu diketahui bahwa konstitusi diperlukan untuk menyusun UU jika setelah UU itu diterbitkan masih terbuka masyarakat luas menyatakan ketidaksetujuannya, terhadap MK untuk apakah UU itu bertentangan UUD. MK juga tunduk pada aturan lain, bahwa UU itu diuji apakah bertentangan dengan UUD.

Sehubungan dengan itu semua, pandangan saya terhadap DPR untuk revisi UU KPK sebagai berikut, prinsip dasar saya tetap sama pada tahun 2009, saat waktu itu ada wacana peranan KPK. Saya tidak setuju dan menolak setiap upaya untuk memperlemah KPK. Sampai saat ini saya tidak tahu konsep seperti apa DPR mau merevisi UU KPK itu.

Jika revisi itu untuk memperkuat KPK tentu saya sesuai ketentuan UU dalam posisi yang siap untuk membahasnya. Di tengah realitas sulitnya memberantas korupsi saat ini, adalah kita harus tingkatkan intensitas pemberantasan korupsi dan bukan mengendorkannya.

Di satu sisi kita berharap pada KPK untuk menjadi motor KPK dalam pemeberantasan korupsi. Di sisi lain kita juga berharap pada Polri dan kejaksaan. Terhadap rakyat menyangkut pengadilan pemberantasan korupsi ini saya berharap untuk dijadikan cambuk dan semangat untuk penyelesaian pemberantasan korupsi di lembaga masing-masing. Saya mendukung seluruh upaya KPK dan menolak untuk melemahkan KPK. Harus dikatakan bahwa penyelesaian KPK saat ini kurang tepat ketimbang bekerja sama di dalam. Menurut saya kritik itu perlu didengar, dan jika didengar itu akan meningkatkan kerja KPK yang sudah baik saat ini.

Sebagaimana saya sampaikan pada pidato saya 16 agustus lalu saya sampaikan lagi terima kasih pada KPK dan harapan saya agar seluruh penegak hukum untuk bekerja baik dan tidak bekerja tidak sehat untuk selesaikan kasus korupsi, bukan menghambat dan menutupinya. Banyak yang telah kita capai selama ini, marilah momentum sejarah ini tidak kita sia-siakan. Dan aset negara jangan sampai bocor. Kembali kepada revisi UU KPK atas situasi yang terjadi di Tanah Air, menurut pendapat saya lebih baik kita menggiatkan pemberantasan korupsi dan meningkatkan sinergi lagi agar lebih berhasil lagi upaya kita memberantas korupsi daripada perhatian energi kita terkuras untuk melakukan untuk revisi UU KPK.

Saudara-saudara, dengan penjelasan yang telah saya sampaikan tadi, saya akan akhiri dengan kesimpulan utama yang tentunya juga berupa solusi dan langkah-langkah yang mesti kita laksanakan ke depan.

1. Penanganan hukum dugaan korupsi simulator SIM yang melibatkan Irjen Djoko Susilo agar ditangani KPK dan tidak pecah. Polri menangani kasus-kasus lain yang tidak terkait langsung.

2. Keingingan Polri untuk melakukan proses hukum terhadap Kombes Novel Baswedan saya pandang tidak tepat baik dari segi timing maupun caranya.

3. Perselisihan yang menyangkut waktu penugasan penyidik Polri yang bertugas di KPK perlu diatur kembali dan akan saya tuangkan dalam peraturan pemerintah, saya berharap nantinya teknis pelaksanaan juga diatur dalam MoU antara KPK dan Polri.

4. Rencana revisi UU KPK sepanjang untuk memperkuat dan tidak untuk memperlemah KPK sebenarnya dimungkinkan. Tetapi saya pandang kurang tepat untuk dilakukan sekarang ini. Lebih baik kita tingkatkan sinergi dan intensitas semua upaya pemberantasan korupsi.

5. Saya berharap agar KPK dan Polri dapat memperbarui MoU-nya dan kemudian dipatuhi dan dijalankan serta dilakukan sinergi sehingga peristiwa seperti ini tidak terus berulang di masa depan. Saya mencatat banyak peristiwa di mas lalu yang baik antara Polri dan KPK. Contohnya kerja sama mencari dan menemukan tersangka korupsi yang kabur ke luar negeri berhasil dengan baik sinerginya dan dan kerja samanya.

Sementara Polri juga mencatat prestasi di sejumlah bidang misalnya pemberantasan terorisme, kejatan narkotika dan kejahatan jalanan. Juga prestasi pengamanan dan pengaturan kegiatan nasional mudik Lebaran dan peringatan hari-hari besar yang lain. Semangat, energi dan kinerja seperti ini saya yakini dapat dijadikan modal untuk bersinergi dengan KPK untuk melaksanakan tugas memberantas korupsi.

Ini akan menjadi keputsusan saya dan akan menjadi solusi dalam pertemuan siang tadi. Demikian.[detik.com]

Kamis, 27 September 2012

Jiang Manqi, Gadis China yang malang

Diikat pada sepeda motor elektrik berkekuatan rendah, seorang remaja terpaksa mengikuti kakeknya ke mana saja setiap hari saat lelaki tua terbabit memungut sampah untuk dijual. Jiang Manqi, 13, bukan hanya miskin, malah menghidap penyakit mental dan ditinggalkan kedua orangtuanya. 

Justru, Kakek Jiang terpaksa membawanya ke mana saja di Fuzhou di wilayah Fujian setiap hari agar dia dapat mengawasi remaja itu setiap masa. Disebabkan mengalami penyakit, sekolah juga enggan menerima Jiang belajar. Setiap hari, Jiang menemani kakeknya yang berusia 60 tahun mencari sampah di tempat-tempat umum itu untuk dijual di pusat kitar agar menjadi pendapatan. 

Untuk memberi sedikit keselesaan, Jiang diberikan tempat khusus di belakang sepeda motor elektrik milik kakeknya untuk dijadikan tempat tidur jika dia lelah. Lelaki tua itu berkata, dia tak punya pilihan lain kecuali membawa Jiang bersamanya setiap hari. 

“Ia memang menyedihkan, tapi tak ada yang bisa saya lakukan. Kedua orangtuanya tidak menghiraukannya lagi karena masalah kemiskinan. Sayalah satu-satunya tempat dia bergantung,” katanya.

Menurut lelaki itu, penyakit mental Jiang masih bisa dirawat jika mendapat obat dari rumah sakit sesuai jadwal. Namun, kemiskinan menyebabkan dia tidak mampu memberikan obat tersebut kepada Jiang.

Sabtu, 15 September 2012

Peristiwa Aneh antara Jin dan Manusia

Selayaknya manusia, jin juga perlu makan dan minum, menikah, beranak, serta bisa mati. Menurut Syekh Abdul Mun’im Ibrahim, para jin menghuni tempat-tempat sepi dari manusia dan di padang pasir. Bahkan ada yang hidup di pulau-pulau di tengah laut, di tempat sampah, bangunan yang rusak, dan di antara mereka ada yang hidup bersama manusia. Jin memiliki kemampuan yang tidak dimiliki manusia, seperti terbang, naik ke langit, mendengar apa yang tidak bisa didengar dan dilihat oleh manusia. Tapi ternyata jin dan manusia punya kisah yang unik, berikut 5 peristiwa unik antara jin dan manusia :

Jin Diadukan ke Polisi

Ali Al-Mihyawi, seorang penduduk desa Tel’ah Naza, dekat Jabal Radhwa, Arab Saudi bagian barat membuat laporan resmi ke kantor kepolisian setempat karena rumah dan mobilnya ingin dibakar oleh beberapa gerombolan jin sejak beberapa waktu lalu. Seperti dilansir oleh harian Al-Hayat, Ali melaporkan bahwa gerombolan jin itu berkali-kali mencoba melakukan kejahatan dan pengrusakan terhadap rumah dan mobilnya tersebut sehingga ia sudah tidak tahan lagi. Ali menuturkan kepada polisi bahwa jin-jin tersebut kerap melakukan perbuatan tidak menyenangkan kepadanya, seperti melempar batu ke rumahnya, menyalakan api di dekat mobil dan rumahnya, menumpahkan minyak makan ke dinding rumah dan lain sebagainya.

Bocah Disunat oleh Jin

Warga Pademangan Barat, Jakarta Utara, dihebohkan dengan adanya seorang anak yang diduga disunat jin. Bocah bernama Muhammad Adi Sucipto (7 tahun) tidak sadar alat kelaminnya sudah terpotong seperti layaknya orang yang telah sunat. “Tiba-tiba seperti itu saja, anak saya disunat padahal kami belum pernah menyunat dia,” ujar  Supriyadi (43), orang tua Leo. Supriyadi menjelaskan, alat kelamin anaknya baru diketahui setelah anaknya pulang dari sekolah atau pada pukul 13.00 WIB siang tadi. “Saat itu anak saya akan mengganti seragamnya, namun tiba-tiba istri saya berteriak kalau Leo sudah disunat oleh jin,” kata Supriyadi. Leo sendiri tampak kaget dan tidak menyadari dirinya telah disunat. “Tau-tau sudah begini,” kata putra pasangan Supriyadi dan Nunuk ini polos. Menurut Leo, awalnya ia merasakan nyeri di bagian alat kelaminnya. Dirinya pun sempat melihat kondisi alat kelaminnya yang bengkak. Rasa sakit itu tak dirasakan, hanya dirinya mengadu kepada ibunya tentang perubahan pada alamat kelaminnya itu.

Masjid untuk Para Jin

Peristiwa ini terjadi di sebuah masjid yang terletak di kampung Ma’la, tak jauh dari pekuburan kaum Muslim di Kota Makkah. Dan kini, masjid itu dinamakan dengan Masjid al-Jin atau Masjid al-Bai’ah. Sebab, di tempat inilah para jin berbaiat atau menyatakan keislaman mereka kepada Rasulullah SAW untuk beriman kepada Allah SWT dan Kitab-Nya. Ketika Rasulullah SAW sedang membaca ayat-ayat Alquran di masjid tersebut, ada beberapa jin (sejumlah riwayat menyebutkan jumlahnya ada sembilan jin dan sebagian lain menyebutkan tujuh jin) yang turut mendengarkan bacaan Alquran dari Rasulullah SAW. Kemudian, salah satu dari jin itu mengingatkan teman-temannya, “Diamlah, perhatikan bacaannya.” Sesudah itu mereka kembali kepada kaumnya untuk mengingatkan mereka pada jalan yang benar. Dalam kitab Fath al-Bari bi syarh Shahih al-Bukhari bab Dzikru al-Jin disebutkan, pemimpin para jin itu bernama Wirdan. Para jin itu berasal dari Nasibain, yaitu sebuah daerah yang terletak di perbatasan antara Negara Irak dan Suriah, yaitu di dekat Mosul.

Rumah Sakit Dirusak oleh Pemburu Jin

Sebuah rumah sakit di Riyadh yang sudah lama tidak digunakan menjadi sasaran para pemburu jin di Arab Saudi. Ketika masih beroperasi, Rumah Sakit Irqa menjadi tempat perawatan tentara yang terluka selama Perang Teluk 1991. Ratusan anak muda menyerbu bangunan yang kini kotor dan suram itu. Mereka memecah jendela, menyalakan api, bahkan membongkar lantai, seperti dilansir Independent Online. “Para remaja itu saling berkirim pesan singkat dan mengajak dilakukannya operasi mengusir jin-jin yang hidup di rumah sakit itu. Mereka kemudian memaksa masuk ke gedung itu dan menghancurkan fasilitasnya serta membakar 60 persen bangunan itu,” menurut harian Saudi Okaz. Saran unik dilontarkan oleh seorang kolumnis di harian berbahasa Inggris Saudi Gazette, dia menyarankan pihak berwenang membentuk sebuah “komisi jin” untuk membantu para pemilik gedung-gedung angker.

Jin Masuk Pengadilan

Surat kabar Al Watan menyebutkan bahwa ada satu keluarga yang melayangkan surat tuduhan jin ke pengadilan di Kota Madinah. Tuduhannya, jin itu suka melemparkan batu ke rumah. Tak cuma itu, jin tersebut dituding mencuri ponsel si empunya rumah. “Kami mulai mendengarkan suara-suara aneh,” kata kepala keluarga itu yang datang dari Mahd Al Dahab, kepada harian di Arab Saudi itu.”Pertama-tama kami tidak menganggapnya serius, namun ketika suara aneh itu mulai terjadi dan anak-anak ketakutan ketika jin itu mulai melemparkan batu,” katanya. Dia menambahkan, “Pertama, suara seorang perempuan berbicara kepada saya dan kemudian seorang pria. Mereka bilang kami harus keluar dari rumah.” Keluarga itu telah tinggal di rumah sama dekat kota Madinah selama 15 tahun. Namun, mereka baru-baru ini sadar keberadaan jin tersebut. Kemudian keluarga tersebut sekarang telah keluar dari rumahnya itu.

Rabu, 12 September 2012

Otak Mengecil = Kurang Air

Musa bukan dokter. Tapi pria 33 tahun ini telah melakukan penelitian kecil-kecilan tentang hubungan antara kurang minum air putih dan daya ingat siswa. Guru kelas satu di Sekolah Dasar Negeri Legundi II, Gunung Kidul, Yogyakarta, ini selama hampir tiga tahun mengamati perilaku murid-muridnya. Biasanya, setelah waktu istirahat pertama, sebagian siswa, terutama siswa laki-laki, sulit menangkap pelajaran. Banyak hafalan terlupa, konsentrasi mereka pun berkurang. Setelah diamati lebih saksama, Musa menyimpulkan daya ingat melemah akibat siswa kurang cairan setelah mereka menghabiskan waktu istirahat dengan bermain bola atau beraktivitas fisik sampai peluh bercucuran. "Masuk kelas lagi memang keringat sudah kering, tapi para murid kelihatan loyo," katanya. Coba-coba, Musa mewajibkan para siswa minum air putih sebelum masuk kelas. Hasilnya, kemampuan mengingat mereka meningkat. Murid-murid pun menerima pelajaran yang dijelaskan Musa dengan lebih baik.

Ketua Umum Persatuan Peminat Gizi dan Pangan (PerGizi Pangan) Indonesia Hadiansyah punya penjelasan tentang kondisi yang dialami murid Musa. "Dehidrasi memang bisa mengakibatkan memory loss sementara," katanya dalam keterangan pers pembukaan Kongres Nasional Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) XI di Bandung, Senin dua pekan lalu. Perlu diketahui bahwa kehilangan hanya 2 persen cairan tubuh (60-70 persen dari bagian tubuh kita terdiri atas zat cair) bisa mengacaukan ingatan jangka pendek. Seseorang juga bisa mengalami kesulitan menghitung sederhana dan susah berkonsentrasi karena hal itu. "Pokoknya memperlambat ingatan," tutur Hadiansyah.

Kinerja otak yang terganggu karena kurangnya asupan air memang sangat masuk akal, karena proporsi air di dalam otak mencapai 80 persen. Sebagian besar dari bagian otak sangat bergantung pada air. "Jika kekurangan air, komunikasi di otak akan terganggu," ujar Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor itu. Ketika tubuh kekurangan air, jumlah cairan di otak akan menurun, sehingga asupan oksigen dan gizi ke otak pun berkurang. Akibatnya, sel-sel otak menjadi pasif, tidak berkembang, bahkan bisa menciut. Dalam kondisi itu otak tidak berfungsi baik, terutama fungsi kognitifnya. Karena begitu pentingnya asupan air minum bagi kesehatan-namun sering disepelekan-Ikatan Ahli Kesehatan memperjuangkan untuk memasukkan air minum pada pedoman gizi seimbang, menambah patokan lama: empat sehat lima sempurna. Dengan demikian, pentingnya asupan air putih lebih diperhatikan si remaja, juga orang tua dan guru.

Menurut penelitian yang pernah dilakukan Hadiansyah pada 2008, kebiasaan minum air putih di kalangan remaja memang memprihatinkan. Dari 194 orang responden asal Bandung Barat dan 209 orang dari Jakarta Utara, hanya 21,4 persen yang mengetahui manfaat air bagi tubuh. Lihat yang terjadi pada Zain Romanov, 13 tahun. Cairan yang masuk ke tubuhnya adalah teh kemasan dan minuman bersoda. Dia ogah minum air putih karena membuatnya mual. Namun, akibatnya, daya ingat dan kemampuan berpikirnya menurun dengan pasti. SMP idaman pun tak dapat dia raih. Memang mungkin kekurangan cairan bukan satu-satunya penyebab penurunan kemampuan daya ingat dan daya pikir Zain. Namun kebiasaan ogah minum air putih pasti turut andil. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris awal tahun ini, dehidrasi memang mempengaruhi ukuran otak dan cara kerjanya. "Ada pengerutan jaringan otak," kata peneliti Matthew Kempton dan Ulrich Ettinger dari Institute of Psychiatry di King's College London. Besar pengerutannya setara dengan penuaan selama 14 bulan, atau pada orang yang menderita alzheimer selama dua setengah bulan.

Gangguan kinerja otak berupa kehilangan ingatan sementara itu hanyalah satu dari sekian banyak dampak buruk dehidrasi di kalangan remaja. Sudah banyak penelitian yang membuktikan hal itu. Berbagai kerusakan pada organ tubuh dan fungsinya niscaya terjadi bila malas minum air putih dibiarkan terus-menerus. Padahal kebutuhan tubuh akan air putih adalah delapan gelas per hari. Mengapa? Karena dampak dehidrasi langsung menyerang sel di tubuh kita. Airlah yang membuat sel tubuh solid dan bersatu, karena air membuat lapisan sel memproduksi ion hidronium, yang menjadikan air berfungsi seperti lem atau perekat antarsel. Dalam kondisi seperti ini, efisiensi protein dan enzim pun meningkat. Sebaliknya, bila sel mengalami dehidrasi, metabolisme pun terganggu. Dehidrasi berdampak buruk pada metabolisme gula, daya tahan tubuh, dan proses detoksifikasi.

Dehidrasi juga sangat mempenga-ruhi aliran getah bening (cairan limfa)-cairan interstitial, berupa plasma darah yang keluar dari pembuluh darah dan beredar sebagai cairan ekstraseluler. Bila asupan air kurang, arus getah bening pun terhambat, bahkan mogok. Padahal cairan limfa berfungsi mempermudah pertukaran nutrisi antara darah dan jaringan tubuh-jaringan inilah yang membentuk organ tubuh. Jadi "empat sehat dan lima sempurna" saja tidaklah cukup, meskipun setengah dari kebutuhan air biasanya ada pada makanan kita. Kecukupan asupan air putih sangat perlu ditepati sejak anak-anak. Kecerewetan seperti yang dilakukan Nila Puspita, 38 tahun, terhadap Rani, anaknya yang berusia 15 tahun, perlu ditiru. Nila hafal benar, bila Rani mulai lambat berpikir, pasti dia kumat malas minum air putih. "Biasanya jadi lemas dan pemalas," kata Nila, yang yakin bahwa memaksa anak minum air putih itu wajib hukumnya.

Jumat, 07 September 2012

Malahayati, Laksamana Wanita Pertama Dunia


Jika kita berbicara tentang Aceh, maka yang terbayang di benak kita adalah para mujahid dan mujahidah yang berjuang gigih tanpa pamrih. Aceh telah melahirkan begitu banyak pahlawan. Sungguh heroik perjuangan putra-putri Aceh dalam melawan penjajah. Tak ada satupun penguasa Aceh yang mau bekerjasama dengan penjajah. Ini menyebabkan Aceh sebagai satu-satunya daerah di Indonesia yang tidak pernah dikuasai oleh penjajah. Kegigihan pejuang Aceh melawan penjajah tidak bisa dilepaskan dari kultur masyarakat Aceh yang sangat relijius. Aceh merupakan tempat pertama kali Islam masuk ke bumi nusantara. Ini dibuktikan dengan peninggalan berupa makam Sultan Malik al-Saleh raja Samudra Pasai yang wafat pada tahun 1297 M di Pasai, Aceh Utara. Samudra Pasai adalah kerajaan Islam pertama di Indonesia. Sejak saat itu landasan ajaran Islam sangat mempengaruhi perjalanan sejarah peradaban pemerintahan kerajaan-kerajaan di Aceh. Bahkan hingga kini landasan hukum berupa syariat Islam berlaku di sana.

Aceh terletak di daerah yang sangat strategis, yaitu di selat Malaka. Semua kapal-kapal Eropa yang bertujuan memasuki wilayah Indonesia terutama pulau Jawa harus melalui selat Malaka. Jalur selat Malaka ini sangat ramai, sering juga disebut jalur sutera dua. Para pedagang dari benua Eropa, China, Asia sering menggunakan jalur sutera dua ini untuk membeli rempah-rempah di kepulauan nusantara. Pada saat itu komoditi rempah-rempah sangat berharga. Kondisi geografis seperti ini mengharuskan Aceh memiliki angkatan laut yang tangguh. Dan sejarah pun mencatat Aceh pernah berhasil menjadi penguasa selat Malaka yang gagah berani nan disegani. Aceh memiliki laksmana-laksmana yang gagah dan hebat. Salah satu laksmana yang begitu fenomenal dan spektakuler dalam sejarah adalah Malahayati. Dialah laksmana perempuan pertama di dunia. Ketika negara-negara maju menggembar-gemborkan emansipasi wanita di dunia ketiga, maka Malahayati telah melenggang menunjukan kemampuannya memimpin pasukan perang.

Malahayati yang memiliki nama asli Keumala Hayati berasal dari keluarga militer. Belum diketahui secara pasti kapan tanggal lahir dan tanggal wafatnya. Menurut manuskrip yang tersimpan di University Kebangsaan Malaysia, diperkirakan Malahayati lahir tahun 1875. Ayahnya adalah Laksamana Mahmud Syah. Sedangkan ibunya telah meninggal dunia ketika Malahayati masih kecil. Kakeknya bernama Laksamana Muhammad Said Syah, putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah Kesultanan Aceh Darussalam sekitar tahun 1530-1539 M. Sultan Salahuddin Syah merupakan putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513-1530 M) yang merupakan pendiri Kesultanan Aceh Darussalam. Malahayati kecil sering diajak berlayar oleh ayahnya. Hal ini menyebabkan Malahayati mencintai dunia bahari sejak dini. Dia bertekad untuk menjadi pelaut handal seperti ayahnya. Malahayati menempuh pendidikan di Akademi Militer Mahad Baitul Maqdis yang dimiliki kerajaan Aceh Darussalam saat itu.

Ketika dewasa, Malahayati menikah dengan seorang Perwira Laut alumni dari Akademi Militer tersebut. Malahayati telah memantapkan tekadnya untuk menapaki karir di dunia militer. Pasangan suami istri ini menjadi pasangan perwira laut yang handal. Akan tetapi tak lama kemudian suaminya meninggal dalam pertempuran laut melawan Portugis. Malahayati berduka. Meski terpukul karena menjadi janda muda, tetapi Malahayati tidak mundur dari dunia militer. Malahayati menjabat sebagai kepala pengawal dan protokol di dalam dan di luar istana. Kemudian menjadi kepala dinas rahasia. Pada saat itu menjadi janda karena ditinggal mati syahid oleh suami yang berperang adalah hal lumrah di Aceh. Malahayati bisa memahami kondisi kejiwaan para janda tersebut, karena dia pun janda. Pada masa itu hampir seluruh pria dewasa warga Aceh menyambut seruan jihad melawan penjajah Portugis. Mereka berperang sampai titik darah penghabisan, hingga syahid menjemput.

Perempuan Aceh bukanlah perempuan cengeng, mereka bangga apabila salah satu anggota keluarganya ada yang mati syahid. Karena orang yang mati syahid mampu memberikan syafaat bagi 70 anggota keluarganya di akhirat nanti. Meski menjadi janda, tetapi perempuan Aceh tetap tegar menapaki kehidupan. Bahkan janda-janda tersebut bertekad untuk hidup mulia atau mati syahid seperti para suami mereka. Malahayati berinisiatif untuk mengorganisir janda tersebut dengan membentuk Inong Balee. Inong Balee adalah pasukan khusus perempuan yang terdiri dari para janda. Inoong Balee membangun benteng yang kokoh di Teluk Kreung Raya. Benteng ini sering disebut juga benteng Malahayati. Benteng Malahayati ini berfungsi sebagai tempat pendidikan bagi 2000 janda anggota pasukan Inong Balee. Melalui benteng ini mereka mengawasi perairan Selat Malaka, mereka mengintai armada-armada Portugis, Belanda, dan Inggris. Malahayati berhasil melatih janda-janda tersebut menjadi pasukan marinir yang tangguh. Sungguh mereka adalah para janda luar biasa.

Sebagai seorang pimpinan, Malahayati secara ksatria memimpin pertempuran secara langsung di lapangan. Dia memimpin armada laut kerajaan Aceh yang jumlahnya cukup banyak. Menurut John Davis, nahkoda kapal Belanda yang mengunjungi kerajaan Aceh pada saat Malahayati menjadi Laksmana, Kerajaan Aceh memiliki 100 buah kapal perang. Diantaranya ada yang berkapasitas 400-500 penumpang. Malahayati lah pimpinan tertinggi angkatan laut Kerajaan Aceh. Armada Laut Kerajaan Aceh sangat ditakuti oleh Portugis, Inggris dan Belanda. Padahal pada masa itu ketiga negara tersebut adalah negara adidaya. Banyak catatan orang asing seperti China, Eropa, Arab, India, yang mengakui kehebatan Malahayati. Salah satu peristiwa yang akan selalu dikenang oleh sejarah adalah Malahayati berhasil mengusir armada-armada Belanda dibawah pimpinan De Houtman bersaudara, Cornelis dan Frederick de Houtman. Cornelis de Houtman adalah orang Belanda yang pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1596 dan berhasil menancapkan kuku imperialisme di Jawa.

Pada tahun 1599, De Houtman bersuadara melakukan kunjungan kedua ke Indonesia. Dalam kunjungan kedua ini de Houtman bersaudara bersandar di Aceh pada tanggal 21 Juni 1599. Mereka berniat untuk mengusai kerajaan Aceh karena letaknya yang sangat strategis sebagai gerbang kepulauan nusantara. Malahayati mengetahui niat busuk de Houtman bersaudara, dia bertekad akan bertempur habis-habisan mengusir penjajah terlaknat. Malahayati mengerahkan seluruh pasukannya dan memegang komando tertinggi. Armada Belanda kelabakan, terdesak, dan akhirnya berhasil dihancurkan semua. Frederick de Houtman tertangkap kemudian dijadikan tawanan Kerajaan Aceh. Sedangkan Cornelis De Houtman berhasil dibunuh oleh Malahayati sendiri pada tanggal 11 September 1599. Pada awalnya Cornelis berniat menjebak Malahayati dalam suatu perjamuan makan malam untuk membicarakan gencatan senjata. Tetapi niat jahat tersebut tidak tercapai, Malahayati berhasil menyelamatkan diri bahkan berhasil membunuh Cornelis de Houtman dalam pertarungan duel satu lawan satu diatas geladak kapal. Saya merinding, saat menulis bagian ini. Membayangkan keperkasaan Malahayati ketika duel bersenjatakan rencong. Atas jasanya memukul mundur armada Belanda, Malahayati dianugerahi gelar Laksamana oleh Kerajaan Aceh.

Selain armada Belanda, Malahayati juga berhasil memukul mundur armada Portugis. Reputasi Malahayati sebagai penjaga Selat Malaka sangat ditakuti oleh negara-negara asing. Sesuatu yang menggegerkan bangsa Eropa, terutama Belanda. Sekaligus menunjukkan kewibawaan Laksamana Malahayati. Kerajaan Belanda sangat menghormati kerajaan Aceh. Hal ini terlihat ketika Mahkamah Amstredam menjatuhkan hukuman denda kepada Paulus Van Caerden sebesar 50.000 gulden yang harus dibayarkan kepada kerajaan Aceh. Bayar denda tersebut adalah akibat dari tindakan Paulus van Caerden ketika datang ke Aceh dan menenggelamkan kapal dagang Aceh. Setelah itu Van Caerden merampas muatan lada lalu pergi meninggalkan Aceh. Peristiwa penting lainnya selama Malahayati menjadi Laksama adalah ketika ia mengirim tiga utusan ke Belanda, yaitu Abdoelhamid, Sri Muhammad dan Mir Hasan ke Belanda. Ketiganya merupakan duta-duta pertama dari sebuah kerajaan di Asia yang mengunjungi negeri Belanda. Banyak cacatan orang asing tentang Malahayati. Kehebatannya memimpin sebuah angkatan perang ketika itu diakui oleh negara Belanda, Portugis, Inggris, Arab, China dan India.

Bahkan Inggris pun tidak berani secara terang-terangan menunjukan keinginannya untuk menguasai rempah-rempah di nusantara. Inggris yang terkenal sebagai penguasa lautan memilih jalan damai dengan kerajaan Aceh. Ratu Elizabeth I mengirim surat diplomatik yang dibawa oleh James Lancaster untuk Sultan Aceh. Surat diplomatik ini membuka jalan bagi Inggris untuk menuju Jawa dan membuka pos dagang di Banten. Keberhasilan ini membuat James Lancaster dianugrahi gelar bangsawan sepulangnya ia ke Inggris. Malahayati menjabat sebagai laksmana kerajaan Aceh dalam waktu yang cukup lama, yaitu selama masa kepemimpinan Sultan Alaiddin Ali Riayat Syah IV Saidil Mukammil (1589-1604 M). Malahayati berhasil mengantarkan Aceh menjadi kerajaan yang disegani baik oleh kawan maupun lawan. Malahayati berhasil menjaga stabilitas Selat Malaka. Kehebatannya diakui oleh semua bangsa yang berhubungan dengan kerajaan Aceh. Nama Malahayati cukup membuat bergidik bangsa-bangsa adidaya saat itu.

Tapi saat ini, nama Malahayati tinggallah kenangan. Banyak orang yang tak mengenalnya. Namanya tenggelam ditelan zaman. Sungguh sangat menyedihkan, realitas pahlawan yang dilupakan oleh bangsanya sendiri. Padahal dialah Laksmana perempuan pertama di dunia. Dialah yang menggempur armada-armada Belanda dan Portugis. Di kala wanita-wanita barat belum mengenal emansipasi, Malahayati telah menjadi Laksmana dan memimpin beribu-ribu pasukan perang mengusir penjajah. Sungguh wanita hebat yang jarang tandingannya, baik di masa sebelumnya maupun masa sesudahnya. Malahayati……engkaulah pahlawan wanita sepanjang masa….

Beda Acara Pernikahan di Indonesia dan Malaysia

Suasana Acara Pernikahan di Indonesia
Tadi malam saya menghadiri undangan pesa pernikahan ( perkawinan ) anak teman di tempat kerja yang diselanggarakan di sebuah gedung di sekitar Senayan. Begitu keluar dari kompleks perumahan jalanan sudah macet, terbesit dipikiran malam senin begini baru saja selesai sholat magrib saudah ramai ramai keluar rumah pada mau kemana ya? Nah lho, kamu sendiri mau kemana? Jadi ingat kata teman, di Jakarta jika sabtu malam dan minggu malam jalanan banyak macet karena orang ramai pergi pesta pernikahan, yang di adakan dari ujung tahun sampai ujung tahun lagi. Gile bener. Sesampainya di gedung tempat pesta dilaksanakan tadi malam itu, sudah susah cari tempat parkir kendaran, padahal baru jam 7 malam (pestanya jam 7 sd 9 malam).
Suasana Acara Pernikahan di Malaysia
Begitu masuk ke loby gedung ditempat pesta, mulai dari tempat pengisian buku tamu ( di malaysia seingat saya enggak ada begian apa lagi sampai anter puanjang ) sudah antri dan yang biasanya setelah isi buku tamu, kebanyakan orang langsung masuk ke ruangan tunggu waktu salam salaman dengan yang mengundang, tadi malam itu ternyata tidak, karena sepertinya tamu langsung baris berjajar sampai meluber lewat ke tempat penerimaan tamu itu, padahal masih banyak acara sambutan segala macam sebelum waktu memberikan ucapan dilaksanan ( salam salaman  - yang di Kuala Lumpur diterima pengundang di pintu kedatangan dan langsung dipersilahkan duduk ditempatnya), terpaksa ikut antri hampir satu jam.

Ada teman yang tampaknya terburu buru tadi malam itu, sudah hampir jam 9 masih juga tampak terburu buru, katanya mau menghadiri pest satu lagi di Taman Mini Indonesia Indah ( TMII ) karena masih ada undangan satu lagi ( bayangkan jarak Senayan dan TMII yang macet itu ) , enggak enak enggak datang jelasnya. Bukan dia saja ternyata, banyak yang lainnya. Oh yakah. Ente enggak kesono juga ditanya teman yang terbutu buru itu. Tidak, tidak di undang, dan lagian ngapain juga dijalanan macet, sampai sana juga sudah subuh saya candain dia. Luar biasa memang Jakarta, menghadiri undangan dobel sepertinya pernah dialami siapa saja. Hanya sekedar berbagi pengalaman saja, bagima pesta perkawinan yang diadakan di gedung di Indonesia (Jakarta khusunya) dan di Malaysia (Kuala Lumpur khususnya) yang saya ketahui dan pernah hadiri :

Pesta Pernikahan di Indonesia
  • Banyak keluar biaya untuk persiapan pesta, mulai dari undangan, among tamu, tempat pesta dan banyak lagi, semuanya untuk menampilkan terbaik
  • Makananan dan minuma pesta berlimpah rua,  dan yang makan tidak cukup satu atau dua macam, kalau bisa semua makanan dicoba, karenanya banyak yang tidak dimakan setelah dicoba. Akibatnya bisa jadi pesta itu yang suadah melimpah ruah makannnya, kekurangan makanan . Sudah habis sebelum semua menikmatinya, walaupun banyak  tamu sekarang  setelah salaman langsung pulang.
  • Perlu antri lama untuk dapat mengucapkan kata selamat ( salam slamam ) karena harus antri panjang, belum lagi terpotong untuk tamu istimewa si pengundang (  bisa jadi boss, gubernur, walikota, menteri dan banyak lagi ) termasuk waktu untuk foto foto, bersam mereka,  percuma juga kita datang awal karena ujungnya antri lama juga.
  • Banyak  hal hal yang mungkin tamu sudah tidak perduli lagi, misal sambutan  dari sana sini dan tarian tarian yang panjang, sehingga perlu waktu panjang juga padahl tamu sudah antri lama seperti tadi malam itu, masih perlukah sambutan sambutan dalam pesta kawin seperti itu, yang tamunya ramai mbludag itu, mungkin sudah tidak ada lagi yang mendengarkan atau menonton tarian yang disajikan.

Pesta Kawin di Malaysia
  • Sepertinya lebih sederhana  dan hemat dibandingkan dengan di Indonesia, walaupun itu tampak sama mewah dalam perencanaannya ( kalau di Jakarta, bisa juga di malaysia, boss dan orang kaya atau mau tampil kaya ini, juga banyak yang berstatusnya pns di Jakarta,  ya enggak ya - kok iri kamu?, hehe )
  • Tamu undangannya dibatasi ( umumnya perlu dicek apakah akan bisa hadir atau tidak - dicek berulang ulang, kadang nyebelin juga, hehe ) karena akan disediakan tempat duduk dan makanan untuk tamu. Tempat duduk dan makan untuk tamu sudah disediakan dan diatur, jadi tamu tidak bisa pilih pilih tempat duduk lagi. Hidangan untuk tamu juga sudah di set di meja. Semua yang dihidangkan sama.
  • Tidak perlu antri lama lama, tamu datang langsung disambut oleh pengundang dan dipersilahkan duduk ditempatnya ( duduk manis tunggu tamu lain sampai waktunya )  yang  semuanya sudah disediakan ( sudah diatur tempat untuk tamu siapa depan, tengah dan belakang, disesuaikan )
  • Ada juga petatah petitih dan sambutan sambutan, tari tarian, nyanyi nyanyi, mungkin ini yang sama bahkan mungkin memerlukan waktu cukup lama juga.

Itu sedikit perbandingan pesta perkawinan (  majelis perkahwinan, kata orang malaysia ) yang diselenggarakan di gedung di Indonesia dan di Malaysia Semoga ada gunanya. [Dari sini]

Sejarah Astronomi Indonesia

Berabad-abad lampau ketika peradaban baru dimulai, catatan dan cerita turun temurun dalam budaya masyarakat sudah menunjukkan berbagai kisah rakyat yang terkait astronomi. Sebagai contoh ada kisah Bulan Pejeng (Bali), Pasaggangan’ Laggo Samba Sulu atau Pertempuran Matahari dan Bulan (Mentawai), Memecah Matahari (Papua), Manarmakeri (Papua), Hala Na Godang (Batak), Kilip dan Putri Bulan (Dayak Benoaq), Lawaendrona Manusia Bulan (Nias), Bima Sakti (Jawa), Mula RilingĂ©’na Sangiang Serri’ (Bugis), Batara Kala, Nini Anteh (Jawa Barat).

Penamaan rasi bintang berdasarkan nama lokal menunjukkan, masyarakat Indonesia di masa lampau juga melakukan pengamatan langit. Dalam budaya Jawa, dikenal Gubug Penceng (Salib Selatan), Lintang Wulanjar Ngirim (rasi Centaurus), Joko Belek, Lintang Banyak Angrem, Bintang Layang – Layang, Lintang Pari, Lintang Kartika (Pleiades), Wuluh (Pleaides), Kalapa Doyong (Scorpio), Sapi Gumarang (Taurus), adalah contoh penamaan rasi bintang secara lokal di Indonesia, yang sekaligus menandai kegiatan astronomi amatir di tengah masyarakat di masa lalu.

Kehidupan agraris masyarakat Indonesia juga menjadikan benda-benda langit sebagai petunjuk musim menanam dan musim panen. Di Jawa, rasi Lintang Kartika diasosiasikan juga sebagai tujuh bidadari, yang direpresentasikan dalam tarian Bedhaya Ketawang di Keraton Mataram. Di wilayah Pantai Utara Jawa rasi ini digunakan untuk menandakan waktu (kalender) dalam penanggalan Jawa. Jika rasi ini sudah terbit sekitar 50° di langit, maka musim ketujuh (mangsa kapitu) pun dimulai. Pada musim ini, beras muda harus mulai ditanam di sawah. Saat belum ada kalender, masyarakat setempat telah menggunakan perbintangan untuk menentukan siang dan malam, pasang surut air laut, berbunga dan berbuahnya tanaman, maupun migrasi dan pembiakan hewan. Bagi mereka gejala alam adalah cerminan lintasan waktu

Sedangkan masyarakat Maritim Indonesia, menjadikan obyek langit sebagai panduan navigasi dalam pelayaran. Di tahun 800 Masehi, pembangunan candi Borobudur menjadi penanda lainnya keberadaan astronomi di Indonesia. Borobudur yang dibangun oleh wangsa Syailendra diduga merupakan penanda waktu raksasa di abad ke -8, dimana stupa utama candi berfungsi sebagai penanda waktu.
Masa Penjajahan
Pada abad ke-18, masalah terbesar dalam astronomi adalah penentuan jarak rata-rata antara Bumi dan Matahari. Parameter astronomi yang satu ini merupakan konstantan fundamental dalam sistem heliosentris yang diajukan oleh Copernicus. Pada tahun 1716, Edmund Halley (Inggris), muncul dengan metode penentuan paralaks matahari yang mengacu pada 2 kejadian astronomi yakni transit Venus di tahun 1761 dan 1769. Gerrit de Haan kepala departemen pemetaan di Batavia dan Pieter Jan Soele (Kapten Kapal VOC) sebagai asisten mendatangi Johan Maurits Mohr (18 August 1716, Eppingen – 25 October 1775 ) seorang pastor yang juga seorang penerjemah untuk menterjemahkan peta pengamatan okultasi Venus dari Delisle yang menggunakan Bahasa Prancis. Pada tanggal 6 Juni 1761, ketiganya pun melakukan pengamatan transit Venus dan menerbitkan hasil pengamatan tersebut di tahun 1763.Diterbitkan pada tahun 2004 dalam prosiding IAU dengan judul Observations of the 1761 and 1769 transits of Venus from Batavia (Dutch East Indies)

Setelah pengamatan transit Venus tersebut Mohr mulai dikenal sebagai seorang “astronom”, dan di tahun 1765, Pastor Mohr membangun sebuah observatorium pribadi di Batavia (Jakarta) Diyakini observatorium pribadi Mohr itu berada di Gang Torong. Sayangnya observatorium Mohr tidak bertahan lama, hancur oleh gempa bumi dan tinggal puing-puing. Observatorium tersebut dihancurkan dan hanya tinggal nama di awal abad 19. Nama Mohr sendiri diabadikan sebagai nama planet kecil 5494 johanmohr yang ditemukan tahun 1933.

Observatorium Bosscha dan Pendidikan Astronomi di Indonesia
Di awal tahun 1920-an, Nederlandsch-Indische Sterrekundige Vereeniging / NISV (Perhimpunan Astronom Hindia Belanda) mendirikan observatorium di Indonesia.Observatorium ini bertujuan untuk menjadi garda depan pengamatan astronomi di langit selatan. Observatorium itulah yang kemudian dikenal sebagai Bosscha Sterrenwacht atau Observatorium Bosscha yang dibangun dari tahun 1923 – 1928. Pendana utama dari Observatorium Bosscha juga berasal dari kalangan pemerhati astronomi yakni seorang tuan tanah di Malabar bernama Karel Albert Rudolph Bosscha dan seorang pengusaha bernama Ursone. Keduanya kemudian menyerahkan hak kepemilikan tanah mereka kepada NISV.

Selain penyandang dana utama K A R Bosscha juga menyediakan teleskop refraktor ganda Zeiss dan teleskop refraktor Bamberg. Sebagai penghargaan nama Karel Bosscha diabadikan sebagai salah satu nama planetoid yakni (11431) Karelbosscha yang berada di antara Mars dan Jupiter dan ditemukan tahun 1971. Pada tahun 1919, Voute kemudian diminta ke Indonesia untuk menjadi kepala Observatorium Bosscha yang pertama.

Pada masa berkecamuknya Perang Dunia II kegiatan observasi di Bosscha sempat dihentikan dan tidak hanya itu, akibat dari perang menyebabkan hancurnya sebagian fasilitas Observatorium. Di tahun 1951, NISV menyerahkan Observatorium Bosscha kepada pemerintah RI, yang kemudian menjadi bagian dari Institut Teknologi Bandung di tahun 1959 setelah ITB didirikan. Tahun 1951, juga menjadi tonggak berdirinya pendidikan astronomi secara resmi di Indonesia yang ditandai dengan dikukuhkannya G.B. van Albada sebagai Guru Besar Astronomi. Dan pendidikan Astronomi di Indonesia juga sampai saat ini masih bernaung di bawah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung.

Selain Observatorium Bosscha dan Astronomi ITB, pada tanggal 31 Mei 1962 dibentuk juga Panitia Astronautika dan kemudian pada tanggal 27 november 1963, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dibentuk dengan Keputusan Presiden Nomor 236 Tahun 1963. LAPAN dalam perkembangannya bergerak dalam hal teknologi kedirgantaraan juga untuk pemanfaatan sains atmosfer, iklim dan antariksa. Akhir tahun 2008, Observatorium Hilal dan Astronomi di Aceh yang dikelola oleh Badan hisab Rukyat selesai dibangun dan berfungsi sebagai situs pengamatan hilal di kawasan ujung barat Indonesia. Selain hilal, observatorium ini bertujuan untuk pengamatan ilmiah astronomi untuk kalangan pelajar dan mahasiswa serta berfungsi dalam hal pendidikan astronomi masyarakat Aceh.

Komunitas Astronomi dan Indonesia Masa Kini

Tahun 1968 Planetarium Jakarta diresmikan dan menjadi mercusuar pengenalan astronomi kepada publik di ibukota negara Indonesia. Di tahun 2002 planetarium lainnya di Tenggarong dengan nama Planetarium Jagat Raya Tenggarong dibuka di Tenggarong Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Di tahun 1977, dibentuklah Himpunan Astronomi Indonesia (HAI), tujuannya adalah untuk menampung keinginan astronomi di Indonesia termasuk di dalamnya astronom amatir sekaligus mendorong pengamatan astronomi oleh masyarakat. Dan untuk merealisasikan hal tersebut, sekretaris pertama HAI adalah seorang wartawan Pikiran Rakyat yang juga penyuka astronomi. Hal ini dimaksutkan agar informasi astronomi dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Keberadaan HAI juga menjadi kunci penting diterimanya Indonesia di IAU.

Di tahun 1983 saat fenomena gerhana matahari total melewati Indonesia, terjadi peningkatan minat masyarakat terhadap astronomi. Kala itu, Planetarium Jakarta mengadakan pengamatan Gerhana Matahari Total (GMT) 1983 dan dalam persiapannya ada salah satu anggota Pramuka yang sering ikut serta bernama Kak Har. Dan ternyata setelah pengamatan GMT berakhir, Kak Har dkk masih sering berkumpul dengan Pak Darsa untuk membicarakan persiapan pengamatan komet Halley di tahun 1985 / 1986. Maka akhirnya dibentuklah Himpunan Astronomi Amatir Jakarta di tahun 1984. HAAJ kemudian berkiprah untuk menampung para pecinta astronomi di Jakarta dan sekitarnya, serta melakukan pengamatan publik di sekolah-sekolah. Di Tahun 1989 HAAJ sempat vakum dan setelah Widya Sawitar masuk ke Planetarium Jakarta di tahun 1992, pada tahun 1994 HAAJ memulai kembali kegiatannya. Di tahun 2010, HAAJ kehilangan salah seorang motor penggeraknya yang juga mantan ketua HAAJ yakni Tersia Marsiano yang meninggal tanggal 6 Desember 2010.

Sampai hari ini terhitung HAAJ adalah kelompok astronomi amatir paling aktif yang ada di Indonesia. Di era-90an, mahasiswa Astronomi ITB sempat membentuk beberapa kelompok pecinta astronomi untuk mewadahi penggemar langit ini di Bandung seperti misalnya HAAB dan Zenith yang kemudian non aktif sampai saat ini. Di luar astronomi ITB, kelompok mahasiswa Fisika UPI juga membentuk himpunan pecinta astronomi bernama Cakrawala.