Tampilkan postingan dengan label Buatan Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buatan Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Januari 2012

www.mobilsmk.com | Website Resmi Mobil Esemka

www.mobilsmk.com | Website Resmi Mobil Esemka - Tidak hanya produk mobil esemka buatan Indonesia yang menyita perhatian, namun website resmi mobil nasional esemka yang baru diuncurkan sabtu lalu pun turut diserbu para pengguna dunia maya untuk mencari informasi mobil nasional esemka buatan Indonesia ini.


Website yang beralamat di www.mobilsmk.com tersebut untuk menginformasikan ke masyarakat yang berkaitan tentang spesifikasi dan harga mobil esemka dan bisa juga untuk pemesanan mobil esemka online. Penasaran seperti apa website resmi esemka dimaksud, langsung saja kunjungi www.mobilsmk.com.

Sabtu, 07 Januari 2012

Kiat Esemka | Spesifikasi dan Harga Mobil Nasional Esemka

Kiat Esemka | Spesifikasi dan Harga Mobil Nasional Esemka - Mobil Esemka banyak diperkirakan orang akan menjadi mobil nasional yang juga sudah digunakan Jokowi sebagai mobil dinas. Mobil yang diklaim tidak kalah dibanding SUV sejenis tersebut ternyata sudah menguasai pasar otomotif Indonesia. Satu lagi produk buatan Indonesia layak kita banggakan.


Spesifikasi Mobil Esemka
Spesifikasi Esemka Jokowi yang berupa mobil SUV dengan 7 penumpang secara umum cukup meyakinkan. Dengan kapasitas penumpang lebih banyak dari kebanyakan SUV hal ini menjadi wajar mengingat ukuran Esemka yang mempunyai panjang 5.035 mm, lebar 1.690 mm serta tinggi 1.630 mm. Untuk urusan mesin Esemka menggendong mesin bensin 1.500 cc type SOHC yang menggunakan multi point injection 4 silinder bensin. Tenaga yang dihasilkan mesin pada 5.500 RPM adalah 105 Hp angka ini sebenarnya masih kalah dibanding kebanyakan SUV yang ada. Hanya saja memang Mobil Esemka belum punya fitur airbag.

Spesifikasi Esemka Rajawali SUV
Panjang : 5.035 mm
Lebar : 1.690 mm
Tinggi : 1.630 mm
Bahan Bakar : Bensin
kapasitas Mesin : 1.500 cc SOHC 4 silinder + multi point injection
Transmisi : 6 (1-2-3-4-5-R)
Max Speed : 180 Km/jam
Max. Output : 105HP / 5.500 rpm
Max Torque : 145 Nm / 4.100 RPM
Power Stearing
Central Lock System
Power Windows
Parking Censor
Air Conditioner Dual Zone
Audio System + CD
Daya Tampung 7 Penumpang + Supir


Harga Mobil Esemka
Harga Mobil Esemka jika sudah di produksi massal akan dibanderol Rp 90 Juta, harga yang terbilang cukup murah untuk spesifikasi Esemka yang sangat menarik. LM 10

Senin, 11 April 2011

Foto Bus Werkudara Buatan Indonesia

Satu lagi prestasi anak negeri tercatat di Museum Rekor Indonesia atau MURI di Solo, Jawa Tengah. Bus tingkat yang diberi nama Werkudara, menjadi ikon baru wisata di Kota Solo merupakan bus tingkat pertama buatan Indonesia dengan atap terbuka.

Bus dioperasikan Pemerintah Kota Solo khusus bagi para wisatawan, baik mancanegara atau domestik. Cukup membayar Rp 20 ribu per orang, wisatawan akan diajak berkeliling menyusuri Kampung Batik Laweyan, keraton, Taman Balekambang, dan obyek wisata lain.

Kendaraan ini diluncurkan bertepatan dengan hari jadi ke-266 Kota Solo. Namun ketika itu belum dapat beroperasi karena terkendala perbaikan teknis dan izin operasional

Nama werkudara diambil dari nama tokoh pewayangan yang memiliki badan tegap dan tinggi. Raden Werkudara atau Bim adalah anak kedua dari Dewi Kunti dan Prabu Pandudewanata.











Jumat, 08 April 2011

Audio Buatan Indonesia Laris Manis di Messe Frankfurt Prolight

Produk pro audio buatan Indonesia ternyata laris manis dipesan dalam pameran pro-audio terbesar dunia, Messe Frankfurt Prolight + Sound 2011, 6-9 April 2011.

Seperti dilansir Oke Zone, Sebanyak 19 negara memesan produk bermerek V8.Sound.com itu dengan nilai transaksi pemesanan mencapai USD3,8 juta pada hari pertama.

"Pemesanan kali ini mengalami kenaikan menjadi USD3,8 juta dibandingkan tahun lalu pada pameran yang sama hanya berhasil mencapai USD2,2 juta. Banyak calon pembeli yang baru pertama kali datang ke pameran tahun ini. Mereka mulai percaya bahwa Indonesia bisa membuat loudspeaker yang bagus," kata Harry Kiss, pemegang hak cipta V8sound.com, di Frankfurt, seperti dilansir melalui keterangan resminya, Jumat (8/4).

Ia menjelaskan, pada hari pertama pameran, sebanyak 19 negara tertarik membeli produk v8sound.com, seperti Oman, Mexico, Maroko, Jerman, Jepang, Thailand, Amerika Serikat, Taiwan, Selandia Baru, Malta, Spanyol, Rusia, Cyprus, Prancis, Filipina, China, Belgia, Kroasia, dan Italia.

"Pemesanan awal setiap negara sekitar USD200 ribu. Jepang yang biasanya sangat rewel dengan kualitas, kali ini mereka sangat serius dalam pemesanan produk," tutur Harry yang juga pemilik Harry Kiss Production, perental sound system terbesar di Indonesia.

Produk yang menjadi perhatian besar pengunjung adalah V8 Comando, seri militer yang tahan air dan tahan guncangan. Dari lebih 100 peserta dari seluruh dunia, hanya V8Sound.com yang memproduksi speaker dengan standar militer.

V8sound.com juga memproduksi loudspeaker portabel yang bisa dipasang di punggung prajurit saat
pengarahan di lapangan yang diberi nama 'V8-Ironman'. Produk ini tahan air dan bisa digunakan dengan baterai yang tahan selama tiga jam.

"Produk yang menarik pengunjung lainnya adalah stage monitor yang ada LCD monitor dan LED yang merupakan produk pertama di dunia, selain itu adalah V8 Digital dan Nano C3PO, mungil dengan dengan berat kurang dari satu kilogram, namun bisa menghadirkan suara keras dan jernih," jelas Harry Kiss.

Awalnya rancangan V8Sound.com dikembangkan sejak 2005, dan mulai diproduksi terbatas sejak 2006. Memasuki 2010, V8Sound.com telah merambah mancanegara. Sejumlah negara di Eropa seperti Jerman, Swiss, serta di Asia seperti Myanmar dan Singapura, mulai memanfaatkan kehadiran V8sound.com.

"Speaker ini hadir tidak semata-mata dari hasil penelitian laboratorium, tetapi dari hasil masukan pengalaman para kru pengguna speaker di lapangan, Kebetulan kami dulu adalah pengguna speaker kualitas dunia dengan harganya yang sangat mahal, untuk kebutuhan operasional event organizer yang kami kelola. Akhirya, kami menciptakan sendiri speaker dengan standar dunia, namun dengan harga manusiawi, dan layanan purna jual yang sangat cepat, dan dapat pula disewa," jelas Harry yang banyak menangani penataan suara acara-acara besar kenegaraan di Indonesia.

Pada awalnya ia memproduksi speaker dan amplifier hanya untuk tujuan kebutuhan penyewaan. Sebab tiap hari Harry Kiss Production terkadang melayani 18 event kelas menengah hingga besar.

"Setelah kami menggunakan dan mengembangkan sound system sendiri, ternyata speaker kami lebih praktis, ringan, mudah digunakan, dan memiliki sedikit downtime," katanya.

Produk V8Sound.com telah digunakan di hampir semua peristiwa besar di Indonesia seperti kedatangan Presiden Obama di Istana Merdeka, HUT 18 th ANTV, Perayaan 100 Tahun Hari Kebangkitan Bangsa, Pelantikan Pres SBY di DPR, HUT dan sejumlah acara stasiun televisi seperti RCTI, TPI, Global TV, TvOne, HUT Partai Golkar, Partai Demokrat, rangkaian kampanye pilpres pasangan SBY-Boediono, sejumlah peristiwa kenegaraan di Istana Kepresidenan.

Untuk memenuhi kebutuhan sound system di Istora Senayan, Jakarta, misalnya, kini hanya dibutuhkan empat unit speaker/side V8sound.com seukuran kardus mi instan. Meski mini, namun setiap tipe V8Sound.com mampu menghasilkan suara sangat jernih dengan kekuatan sangat tinggi, sehingga tidak memerlukan banyak unit speaker untuk menjangkau telinga puluhan ribu orang dalam sebuah stadion atau ruang pertemuan.

"Impian saya tahun depan ingin mengadakan pertunjukan kesenian Indonesia di ruang terbuka Messe Frankfurt, karena pameran ini dikunjungi oleh sedikitnya 38.000 orang berasal dari 87 negara, sekaligus pameran loudspeaker v8sound.com," ungkap Harry Kiss.

Minggu, 13 Februari 2011

Sriti Pesawat Pengintai Tanpa Awak Buatan Indonesia

Sriti adalah pesawat baru tanpa awak ciptaan anak2 BPPT, Indonesia. Dan rencananya akan digunakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk pengawasan zona laut terluar Indonesia agar tidak terjadi lagi penerobosan oleh kapal-kapal asing. LM

Rabu, 02 Februari 2011

Helikopter NBELL 412 EP Pertama Buatan Indonesia

Satu unit helikopter NBELL 412 EP PT Dirgantara Indonesia diserahkan kepada Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat di Pusat Penerbangan Pondok Cabe, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

Seperti dilansir okezone, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso mengatakan, helikopter NBELL 412 EP merupakan produksi pertama dalam negeri atas kerjasama Menteri Pertahanan RI dan PT Dirgantara Indonesia.

"Penyerahan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi PT Dirgantara Indonesia, karena Menhan dan Mabes TNI telah mempercayakan pertahanan dalam negeri kepada kami," ujarnya.

Dijelaskan, helikopter NBELL 412 EP merupakan satu-satunya pesawat yang mempunyai dwifungsi. Sebagai mobil udara yang berfungsi untuk misi kemanusiaan, namun pesawat ini dilengkapi dengan senapan kaliber 30 di sisi kanan dan kiri Helikopter. "Kerjasama pertahanan ini merupakan revitalisasi program pertahanan Indonesia yang telah dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)," jelasnya. LM

Selasa, 01 Februari 2011

Pesawat Jet Tempur T-50 Golden Eagle Pertama Buatan Indonesia

Kita Pasti sering berfikir, dengan semua kapasitas dan teknologi yang dimiliki, kenapa sampai sekarang Indonesia belum dapat membuat Jet tempur sendiri? Akhirnya PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang berkerja sama dengan Korea Selatan telah siap mengerjakan proyek pengembangan model pesawat tempur T-50 Golden Eagle senilai US$8 miliar.

Dari sumber berita yang beredar saat ini, Direktur Integrasi Pesawat PT DI Budiwuraskito mengemukakan sejumlah sarana dan prasarana yang dimiliki badan usaha milik negara (BUMN) tersebut mampu mengerjakan pesawat tempur sejenis T-50 Golden Eagle yang merupakan pengembangan pesawat oleh Korea Selatan-Amerika Serikat. “Kalau memroduksi sendiri [pesawat tempur] belum bisa, tetapi kalau bergabung dengan Korea Selatan bisa terlaksana,” katanya.

PT DI memiliki pengalaman dalam bidang kualifikasi dan sertifikasi dalam memproduksi pesawat-pesawat terbaik yang berkecepatan rendah seperti CN-235. Sementara itu, Korea Selatan berpengalaman dalam memroduksi pesawat berkecepatan tinggi atau melebihi kecepatan suara (1 mach) T-50 Golden Eagle. “PT DI memiliki lahan, laboratorium, ruang perakitan, sumber daya manusia, dan lain-lain. Jadi sebetulnya tinggal penggabungan teknologi saja,” katanya.

Budi mengatakan pengembangan dan pembangunan model pesawat yang ditawarkan Korea Selatan baru untuk jenis tempur (fighter), sementara pengembangan model pesawat jenis lainnya seperti jenis stealth (siluman), belum masuk program.

Dia menilai kerja sama pengembangan pesawat tempur kemungkinan bisa diwujudkan pada tahun ini setelah pemerintah Korea Selatan memberikan lampu hijau atas program kerja sama. “Pemerintah Korea Selatan tinggal menunggu persetujuan parlemennya dalam program pengembangan pesawat ini,” katanya.

Di bidang penguasaan teknologi pesawat terbang, Indonesia telah terkenal sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memproduksi dan mengembangkan pesawat sendiri. Walaupun di bidang pemasaran produksi pesawatnya sendiri harus kita akui cuma masih kalah dalam mengembangkan dan memasarkannya ke seluruh dunia.

Akan tetapi, beberapa tahun belakangan ini, beberapa negara mulai mengalihkan perhatiannya ke pesawat buatan Indonesia, sebut saja Malaysia, Pakistan, UAE, Philipina, dan Korea Utara, serta beberapa negara lainnya. CN-235 tampaknya akan mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas di beberapa tahun kedepan setelah lebih banyak negara yang sadar akan kehandalannya. Malaysia sendiri berencana memesan 4 pesawat tambahan untuk menambah jumlah pesawat CN-235 yang sudah mereka miliki.

spesifikasi T- 50 Golden Eagle:

Karakteristik umum

* Kru: 2
* Panjang: 42 ft 7 in (12.98 m)
* Lebar sayap: 30 ft 1 in (9.17 m)
* Tinggi: 15 ft 8.25 in (4.78 m)
* Berat kosong: 14,200 lb (6,441 kg)
* Berat maksimum lepas landas: 26,400 lb (11,985 kg)
* Mesin: 1× General Electric F404 afterburning turbofan
o Dorongan kering: 11,925 lbf (53.07 kN)
o Dorongan dengan afterburner: 17,775 lbf (79.1 kN)

Performa

* Kecepatan maksimum: Mach 1.4
* Jarak jangkau: 1,150 mi ()
* Batas tertinggi servis: 48,000 ft (14,630 m)

Persenjataan

* Guns: 1× M61A1 Vulcan 20 mm Gatling gun
* Rockets: LAU-3/68
* Missiles:
o Air-to-air: 2× AIM-9 Sidewinder
o Air-to-ground: 6× AGM-65 Maverick
* Bombs: 5× CBU-58 cluster, 9× Mk 82, 3× Mk 83/MK 84, and 9× Mk 20. LM

Senin, 24 Januari 2011

Kereta Api Buatan Indonesia yang Dipakai di Luar Negeri

Ternyata indonesia tidak hanya bisa membeli produk luar, tapi bisa juga mengekspor produk buatan dalam negeri...

Contohnya PT. INKA, perusahaan ini di samping banyak memakai barang bekas dari eropa sana. PT ini ternyata juga mengekspor kereta yg notabene atas nama Indonesia ke beberapa negara. Dan dengan adanya berita ini saya bangga sekali...









Beberapa negara yang juga membeli produk Indonesia adalah SUDAN yang seri/modelnya sama dengan BANGLADESH, PHILLIPINA dengan loko seri CC 203 42, mav akan tetapi ga ada pictnya

Minggu, 23 Januari 2011

Inilah Pesawat Buatan Indonesia N-219 Generasi Terbaru

Saat ini, penerbangan perintis di beberapa wilayah Nusantara seperti Papua masih menggunakan pesawat-pesawat produksi lama, seperti Twin Otter. Beberapa unit yang ada telah tidak layak pakai sehingga diperlukan pesawat yang lebih modern.

Karenanya, sejak tahun 2006, PT Dirgantara Indonesia mengembangkan pesawat N219 berkapasitas 19 orang untuk menggantikan peran pesawat perintis yang ada sekarang. Saat ini, uji aerodinamika pesawat tersebut telah dituntaskan.

“Pengembangan pesawat jenis ini biasanya memakan waktu 3 tahun. Namun, kita mungkin akan selesaikan 2-2,5 tahun,” kata Andi Alisjahbana, Direktur Aerostruktur PT Dirgantara Indonesia. Jadi, tahun 2013, pesawat mungkin sudah bisa diluncurkan.

Agar tidak mengalami kegagalan seperti pesawat CN 250, pihak PTDI akan memproduksi pesawat berdasarkan order. “Kami akan buat 25 unit dulu nantinya. Kami akan mengupayakan seluruhnya terjual dahulu,” kata Andi. Pembuatan sejumlah unit memerlukan dana sekitar Rp 1 triliun. Jumlah ini menurut Andi cukup minim untuk membuat pesawat. Ia menargetkan, sejumlah pesawat akan dibeli oleh pemerintah daerah.

Andi juga mengatakan, spesifikasi pesawat N219 dirancang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia. Pesawat ini mampu mendarat di landasan yang pendek sehingga bisa diaplikasikan di wilayah terpencil dengan lahan terbatas. “Pesawat ini juga dirancang bisa membawa bahan bakar tambahan. Kita menyadari bahwa tidak setiap daerah memiliki tempat pengisian bahan bakar,” demikian Andi mengungkapkan kelebihan pesawat N219.

Sementara itu, Budi Santoso selaku Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia mengatakan bahwa pengembangan pesawat ini didasarkan pada karakteristik geografis Indonesia. “Kondisi geografis kita berbeda dengan negara lain. Kita harus punya solusi sendiri,” katanya. Bagi Budi, pengembangan pesawat kecil yang mampu menjangkau wilayah terpencil sangat pas. “Banyak wilayah Indonesia yang tak mudah dijangkau dengan transportasi darat. Pesawat perintis bisa menjadi solusi,” paparnya.

Pesawat N219 memiliki potensi besar untuk dipasarkan ke daerah-daerah seperti Sumatera dan Papua. Pesawat ini juga ditargetkan bisa dipasarkan ke negara lain yang masih membutuhkan, misalnya negara-negara di Afrika.