Tampilkan postingan dengan label satwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label satwa. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Oktober 2012

Rahasia Dibalik manisnya Madu

 
Rahasia Dibalik Manisnya Madu-Khasiat madu telah dikenal sejak zaman Mesir kuno . Bahkan Ratu Cleopatra telah menggunakan madu untuk merawat kesehatan dan kecantikannya.
Sebelum antibiotik ditemukan pada 1930-an, madu masih digunakan dalam perawatan berbagai penyakit. Dengan beralihnya manusia ke pengobatan modern, madu kian tersisih perannya.
Belakangan ini ketika banyak bakteri menjadi resisten terhadap obat-obatan, banyak orang 'kembali ke alam' dengan memanfaatkan madu dalam pengobatan. Lantas, seperti apa perannya?

Antioksidan kuat
Madu memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi sehingga menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Bahkan, antioksidan yang disebut pinocembrin hanya ditemukan dalam madu.
Hal ini membuat tubuh Anda lebih sehat, terhindar dari penyakit dan terlihat lebih awet muda.

Menurunkan glukosa dan kolesterol darah
Meskipun lebih manis dari gula, madu memiliki indeks glikemik rendah karena diserap ke dalam aliran darah secara bertahap. Anda yang memiliki diabetes harus mengurangi makanan berindeks glisemik tinggi karena akan mendorong lonjakan glukosa darah.
Madu adalah alternatif pemanis yang paling aman dibandingkan gula atau gula sintetis. Beberapa penelitian bahkan menduga madu dapat menurunkan glukosa darah. Mineral dan vitamin alami dalam madu juga membantu menurunkan kadar LDL (kolesterol buruk) dalam tubuh.
Merangsang pertumbuhan jaringan
Propolis, enzim, dan serbuk sari, vitamin dan mineral dalam madu dapat merangsang pertumbuhan jaringan baru. Bila digunakan pada luka bakar, madu akan mempercepat penyembuhan dan mengurangi jumlah jaringan parut.
Menghaluskan kulit
Asam glukonat dan asam organik ringan lainnya yang terdapat dalam madu dapat melonggarkan ikatan sel-sel kulit mati sehingga mempercepat regenerasi, mengurangi keriput dan garis penuaan, menyeimbangkan minyak, dan meningkatkan elastisitas kulit.
Madu juga mengandung gula dan asam amino yang membantu mempertahankan kelembaban kulit.
Mengobati luka
Madu selama berabad-abad telah digunakan untuk perawatan luka dan borok. Madu berisi glukosa dan enzim yang disebut oksidase glukosa. Pada kondisi yang tepat, oksidase glukosa dapat memecah glukosa madu menjadi hidrogen peroksida, zat yang bersifat antiseptik kuat.




sumber

Minggu, 07 Oktober 2012

Buaya Nongol Saat Warga Nonton Lomba Perahu Naga

Buaya Nongol Saat Warga Nonton Lomba Perahu Naga
Di tengah ramainya orang menyaksikan lomba Dragon Boat Race di Sri Bintan Pura, Tanjungpinang tiba-tiba muncul seekor buaya di dekat pelabuhan. Para warga dan penambang pompong jurusan Tanjungpinang -  Pulau Penyengat kaget melihat seekor buaya yang panjangnya sekitar 3 meter muncul dekat ponton penyeberangan seolah ingin ikut nonton lomba tersebut.
"Tadi di pelabuhan ponton Tanjungpinang menuju ke pulau Penyengat, warga heboh bicarakan ada buaya yang muncul ke permukaan laut," tutur Ismail, seorang warga Tanjungpinang yang juga memiliki keluarga di pulau Penyengat, Minggu  sore.
Walaupun buaya tersebut hanya mengapung beberapa saat di permukaan laut, tetapi warga yang kebetulan melihatnya jadi cemas dan takut. Khususnya warga yang hendak bepergian ke Pulau Penyengat.

Penuturan Ismail ini pun diamini oleh Muhammad Ali, penjaga tiket di pelabuhan ponton Tanjungpinang menuju ke pulau Penyengat. Kepada Tribun, lelaki itu mengaku bahwa dirinya sendiri pun sempat melihat secara dekat buaya tersebut, saat sedang menyaksikan perlombaan Dragon Boat Race, dari atas pompong. Menurut Ali, munculnya buaya ini tidak hanya dilihat oleh dirinya sendiri tetapi juga oleh beberapa warga yang ada di sekitarnya.
Buaya itu muncul di permukaan berada di dekat pompong Ali berjarak sekitar 10 meter. Panjangnya sekitar 3 meter menurut penglihatan warga. Buaya itu muncul di sebelah ponton keberangkatan menuju Batam.
Ali mengaku baru kali ini melihat buaya muncul di permukaan air laut. Jarak antara ponton penyeberangan menuju Batam dengan ponton menuju Penyengat sekitar 100 meter. Sedangkan perlombaan Dragon Boat Race berada di antara pelabuhan Sri Bintan Pura dengan Pulau Penyengat, dekat Tugu Gonggong di Tepi Laut



sumber

Sepasang Tupai Tertangkap Kamera Menari Tango

Aksi sepasang tupai ini sepertinya akan membuat orang ingin berdansa. Keduanya tertangkap kamera sedang asyik menari tango.

Mel Gray, wanita asal New South Wales, Australia berhasil mengabadikan momen dansa sepasang tupai tersebut. Dia mendapatkan hasil jepretannya di Taman Nasional Etosha, Namibia.

Dalam satu adegan, dua tupai itu saling menari satu sama lain. Kedua tupai berpegangan tangan untuk kemudian menari berputar. Gambar lainnya menunjukkan kedua tupai menempelkan pipinya seakan melakukan gerakan tari tango.

Gray mengatakan tupai tersebut memiliki liang di sekitar perkemahan. Mereka sering keluar untuk memperlihatkan aksinya.

"Mereka berlarian, saling berkejaran, berguling, dan bermain gulat,'' kata Gray seperti dikutip Dailymail. ''Mereka menjinjitkan kakinya seakan sedang berdansa.''

sumber :republika.co.id

Selasa, 25 September 2012

Ditemukan Kerangka Dinosaurus Terbesar di China


Ahli Paleontologi asal China mengumumkan penemuan menakjubkan mereka yang diketahui berupa fosil dinosaurus terbesar pemakan tumbuhan atau herbivora, dengan panjang 35 meter serta berat sekira 30 ton di wilayah barat laut Xinjiang, China.

Dilansir Xinhuanet, Senin (16/4/2012), kepala tim ekspedisi dan Deputy Executive Director of China Research Society of Paleontology, Sun Ge mengatakan dalam konferensi pers di Shanshan County bahwa fosil itu ditemukan dalam strata Middle Jurassic Period yaitu sekitar 165 juta tahun lalu.

Ini adalah penemuan dinosaurus terpanjang di China setelah sempat pula ditemukan fosil dinosaurus terpanjang dengan panjang 30 meter. Sun mengatakan, untuk mendapatkan fosil dinosaurus yang lengkap tim ekspedisi akan terus melanjutkan penggalian.

Tidak hanya menemukan fosil dinosaurus terbesar itu saja, anggota tim juga menemukan fosil gigi yang diketahui milik Carnosaur. "Kami berharap penggalian ini akan memantu mengungkap lebih banyak bukti yang menunjukkan apa yang menyebabkan terjadinya kematian makhluk raksasa ini," ujar Sun Ge.

Tim ekspedisi terdiri dari para ahli dari Jilin University, Shenyang Normal University dan Xinjiang Geological Survey Institute. Mereka memulai ekspedisi di wilayah Shanshan sejak Oktober tahun lalu.




sumber