Tampilkan postingan dengan label Keajaiban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keajaiban. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Februari 2011

Pohon Keramat Kembali Berdiri Tegak Setelah Tumbang Dipotong

Warga padukuhan Candisari, Hargosari, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, digegerkan oleh peristiwa pohon keramat yang kembali berdiri setelah sebelumnya roboh.

Seperti dilansir kompas.com, warga sekitar menyebut pohon wunung tua itu pacak suci. Pohon yang telah berusia ratusan tahun itu tumbang oleh angin puting beliung yang menerjang wilayah Hargosar, Selasa sore. Pohon itu roboh menimpa dan merusak bagian depan Masjid An Nashr di tengah Pedukuhan Candisari.

Esok harinya warga dibantu oleh pihak koramil memotong pohon yang tumbang dan melintang di jalan desa tersebut. Setelah berhasil memotong pohon tersebut, warga beristirahat makan siang sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, ketika warga bermaksud menyingkirkan potongan pohon, mereka terkejut karena bagian bawah pohon tersebut telah berdiri tegak kembali seolah tak pernah roboh.

"Saya tidak mengerti bagaimana hal itu bisa terjadi, tau-tau pohon sudah berdiri lagi," ujar Kepala Dukuh Candisari Jumeno.

Peristiwa itu pun kontan mendapat perhatian warga sekitar. Mereka langsung mendatangi lokasi pohon yang dikeramatkan tersebut untuk menyaksikan langsung. Menurut Jumeno, sebelum tumbang, tinggi pacak suci sekitar 16 meter. Setelah tumbang dan dipotong, bagian bawah pohon keramat yang kembali berdiri tersebut tingginya sekitar 4 meter.

"Tadinya udah jebol sampai akar-akarnya, ini sekarang akarnya sudah kembali menyatu dan tegak seperti enggak pernah roboh," ujar kepala dukuh.

Menurut pengakuan seorang warga, Nuryadi, ia mendengar bunyi aneh saat dirinya beristirahat di dekat pohon tersebut. Saat itu Nuryadi mengatakan posisi duduknya membelakangi pohon yang telah dipotong menjadi beberapa bagian itu sambil mengobrol dengan beberapa warga.

Seorang sesepuh desa, Harno (70), mengatakan, pohon tersebut telah berada di tempat itu sejak lama. Pohon tersebut juga dipercaya sebagai cikal bakal adanya Desa Hargosari. "Candisari ini, kan, pedukuhan tertua di Hargosari dan pacak suci adalah semacam pasak utama penyangga desa," tutur Harno.

Dengan kejadian tersebut, kepala dukuh dan para sesepuh desa sepakat untuk tidak memotong pacak suci itu. Mereka meyakini bahwa pohon keramat tersebut memang tidak boleh dipotong."Ya, mungkin yang 'menunggu' pacak suci tidak rela untuk dipotong," kata Jumeno. LM

Dokter Hewan Bingung Sudah 4 Hari Ayam Dipotong Tapi Tidak Mati

Afriadi, warga Semerah, Kecamatan Sitinjau Laut, bingung. Sudah empat hari ayamnya dipotong, tidak juga kunjung mati. Keanehan itu membuat sejumlah dokter hewan berkunjung ke rumahnya. Walhasil, dokter hewan pun juga dibuat bingung.

Seperti dilansir tribunnews.com, "Kami sedikit terkejut melihat peristiwa tersebut. Biasanya kalau sudah dipotong ayam langsung rebah dan terlihat meronta kesakitan, namun anehnya ayam ini malah langsung pergi mencari makan," ujar Afriadi, saat dikonfirmasi, kemarin.

Anehnya lagi, setelah empat hari disembelih ayam tersebut tetap hidup dan sehat. Meskipun makanan yang ia makan tidak langsung masuk ke tubuhnya, karena saluran makanannya sudah putus.

"Saya juga pernah terpikir untuk menjahit kembali leher ayam tersebut, namun tentunya butuh biaya yang cukup besar. Kalau sekarang serba salah, mau dibiarkan hidup kasihan, tapi kalau dibunuh tidak tahu dengan cara apa lagi," jelasnya.

Afriadi juga menjelaskan, sudah pernah mencoba menyambung saluran makanan yang sudah dipotong tersebut, agar makanan yang dimakan ayamnya tidak keluar. Namun idenya tersebut tidak bisa, karena meskipun dipasang selang makanan ayamnya tetap saja keluar. LM

Lafadz Allah di Dalam Batang Pohon Ditemukan Warga Cilongok

Warga Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah dihebohkan dengan adanya penemuan kayu yang bertuliskan lafadz di dalam bagian batangnya.

Seperti dilansir detik.com, kayu bertuliskan lafadz Allah tersebut pertama kali ditemukan oleh Daswan, pemilik tempat usaha pemotongan kayu di Cilongok. Menurut Daswan, kayu berlafadz Allah itu ditemukan secara tidak sengaja saat sedang memotong kayu menggunakan alat pemotong.

"Saya sebelumnya belum pernah tahu ketika memotong kayu ada lafadz Allah di dalam kayu. Baru sekali ini saya menemukan ada lafadz Allah di dalam kayu yang sedang dipotong," kata Daswan.

"Padahal sebelumnya kayu ini akan saya potong menjadi dua bagian. Namun setelah dilihat ada lafadz Allah dengan melihat jelas ada tulisan Alif Lam Ha pada kayu tersebut akhirnya saya simpan saja," jelasnya.

Di potongan kayu tersebut memang terlihat jelas goresan-goresan berhuruf Arab. Ketika diteliti tertulis nama Allah. Kabar penemuan kayu itu langsung menyebar ke warga sekitar. Melihat keajaiban tersebut Daswan memilih menyimpan kayu tersebut. LM