Jumat, 25 November 2011
Mencintaimu Sebagaimana Adamu...
“ Angka cepuluh, nich yeeeee….” masih terngiang olokan adekku tadi sore. Mbak Vita, kakak perempuanku yang mendengar waktu itu pun ikut senyum-senyum, sementara ibu yang menegur adikku tampak sekali untuk tidak terpancing dengan situasi yang ada. Aku hanya cemberut tanpa bisa berkata apa-apa.
Postur tubuhku memang lumayan semampai, dengan tinggi 165 cm dan berat badan 54 kg. Sedangkan
Pesankan Saya tempat Di Neraka
ORANG-ORANG Mesir sangat gandrung sama al-Quran. Kemanapun mereka pergi, mereka tidak lupa untuk membawa mushaf. Tidak heran bila hampir semua orang (apapun tugas, karir dan jabatannya) terlihat membaca Quran di sela-sela waktu senggang atau ba�da shalat. Begitu juga pemilik toko, penjaganya, para karyawan, satpam, sopir taksi, bos-bos kantoran, selalu terlihat membaca al-Quran. Kalau
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
"De'... de'...
Selamat Ulang Tahun..." bisik seraut wajah tampan tepat di hadapanku."Hmm..." aku yang sedang lelap hanya memicingkan mata dan tidurkembali setelah menunggu sekian detik tak ada kata-kata lain yang terlontardari bibir suamiku dan tak ada sodoran kado di hadapanku.
Shubuh ini Ulang tahun pertama sejak pernikahan kami limabulan yang lalu. Nothing special. Sejak bangun aku cuma
Kamis, 24 November 2011
Kenapa Pak Polisi?
Kenapa Pak Polisi? - Hari jum'at (25/11/2011) ini bagi sebagian orang, termasuk LM sendiri mungkin menjadi hari yang menjengkelkan dalam mengawali hari untuk beraktivitas rutin sehari-hari. Pasalnya, pagi ini sekitar jam 8 pagi lebih sekian, setelah berangkat dari rumah LM terkena razia kendaraan bermotor yang digelar polisi di kawasan Jl.Ir.H.Djuanda Kota Depok. Kenapa LM sebut ini hari yang menjengkelkan karena dalam razia tersebut LM merasa mengalami kesedihan, kecewa, kesal dan mungkin sedikit ada ketidakadilan yang dilakukan salah satu petugas.
Sebelum bercerita lebih jauh, LM mau menegaskan bahwa dalam posting kali ini, tidak bermaksud untuk mencari kesalahan apalagi menjelek-jelekan unsur tertentu yang terlibat dalam subjek postingan ini. Tulisan ini hanya sekedar curhat LM, yang mungkin dialami sahabat lain juga sebagai perhatian pimpinan pihak penegak hukum dalam upaya mengoptimalkan kinerjanya yang semakin disorot publik dari keluh kesah si penerima layanan.
Lansung saja tanpa basa-basi lebih lanjut, cerita ini berawal dari rutinitas sehari-hari LM sebagai seorang pegawai swasta biasa yang sedang menuju ke tempat kerja melalui jalan Ir.H.Djuanda yang merupakan rute rutin yang LM lintasi setiap hari kerja. Dalam perjalanan ada razia polisi yang digelar, tanpa ada perasaan apa-apa karena perlengkapan seperti SIM dan STNK siap serta kondisi kendaraan (motor) dalam keadaan baik, termasuk fungsi lampu dan sen.
Kemudian salah satu petugas menghentikan laju kendaraan LM, tanpa ada ucapan seperti “Selamat Pagi Pak…”atau sambil berposisi seperti hormat pada umumnya. Setelah LM berhenti, lanjut petugas berucap “Tahu Kesalahannya…?”. Dengan bingung LM menggelengkan kepala, lalu ia lanjut berucap “Tidak menyalakan lampu di siang hari…” sambil memegang lampu utama motor LM yang jelas-jelas menyala. Sontak saja LM menjawad dengan tegas “Loh lampu saya sudah nyala pak, ni pegang panas…” sambil tangan LM ikut memegang lampu utama bersama petugas. “Kamu lampu dinyalakan kalau ada petugas…” tambahnya sambil mengarahkan LM untuk menepi. Selanjutnya ia meminta surat-surat kelengkapan kendaraan, dengan wajah sedikit asem lalu LM berikan yang kemudian dia berikan kepada rekanya sambil berucap “Tidak menyalakan lampu…”.
Dalam kejadian tersebut, yang LM persoalkan adalah bagaimana mungkin lampu jelas menyala dan dipegang terasa panas dibilang lampu baru dinyalakan. Dengan bersikap tidak merasa salah dan tidak mau kalah, akhirnya petugas itu pun menang. Apakah, orang sipil seperti LM tidak berhak memberikan alasan logis, dan kenapa sebagai petugas penegak hukum dengan alasan yang tidak bisa diterima logika harus selalu menang, sungguh LM tidak habis pikir.
Kenapa di zaman kebebasan mengemukakan pendapat sekarang ini hal seperti itu masih saja terjadi? Apakah tidak ada instrumen ataupun sarana pendukung yang dibekali petugas sebagai penguat bukti kalau pelanggar hukum memang terbukti bersalah, bukan hanya sekedar karena si petugas melihat? Apakah penglihatan petugas menjadi satu-satunya bukti untuk menentukan seseorang itu melakukan pelanggaran, apakah bukti itu bisa cukup kuat walaupun petugas memang berwenang?. Apakah orang sipil tidak diperbolehkan mengemukakan pendapat dan menuntut keadilan yang menjadi hak azasinya?
Ada satu lagi kesalahan yang dilakukan, lihat tanda lingkar merah di foto tersebut, di surat tersebut tertera tanggal sidang 02/11/2011, jelas-jelas LM terkena pelanggaran tangga 25/11/2011. Kenapa Pak? Ya sudah untuk hal ini LM tidak terlalu persoalan karena memang manusia tidak luput dari salah.
Akhirnya, untuk perhatian kepada pihak bersangkutan saja, agar memperbaiki sikap tidak mau salah dan tidak mau kalah. Tidak ada ruginya bersikap bijaksana dan sedikit berbaik hati kepada sesama (yang tidak bersalah), biarlah LM menjalani hukuman ini dengan menunggu di pengadilan yang sudah pasti penuh sesak dengan pelanggar lainnya dan penjual jasa nanti sebagai bentuk teguran agar LM menjadi lebih baik. Hanya doa yang bisa LM panjatkan, semoga Indonesia menjadi lebih baik dalam menegakkan hukum, dan semoga bapak (petugas individual) diberikan umur yang panjang. Amin…
Selasa, 22 November 2011
Kekasih Pilihan
Aku pernah memikirkan,
bahwa setiap manusia pasti ingin punya KEKASIH & TEMAN SEJATI...
Kekasih yang akan terus bersamanya, sehidup semati, dalam suka maupun duka.
Kebersamaan yang tak terpisahkan.
Namun sekarang aku memilih AMAL SHALEH sebagai kekasihku.
Karena ternyata hanya amal shaleh yang terus mau menemaniku,
sekalipun aku masuk ke dalam kuburku….
Aku pernah sangat KAGUM pada manusia
Senin, 21 November 2011
Indonesia vs Malaysia Final Sea Games 2011
Indonesia vs Malaysia Final Sea Games 2011 - Timnas Garuda Muda kalah 3-4 dalam adu penalti melawan Malaysia pada final cabang sepak bola SEA Games XXVI di Stadion Gelora Bung Karno. Dua tendangan Indonesia pada adu penalti gagal, sedangkan Malaysia hanya gagal satu kali. Namun sebagai tuan rumah dan sebagai anak bangsa kita harus mengakui timnas kita sudah melakukan hal yang terbaik bagi negara tercinta Indonesia.
![]() |
| Indonesia vs Malaysia Final Sea Games 2011 |
Berikut rekaman video adu penalti Indonesia vs Malaysia.
Indonesia
- Titus Bonai - Tendangannya ke arah kanan. Meski terantisipasi oleh kiper Malaysia, tapi bolanya menjadi gol (1-0).
- Gunawan Dwi Cahyo - Bola tendangannya ke arah kiri. Gagal dihalau Fahmi, tapi bola membentur tiang gawang dan gagal meraih gol (1-1).
- Egi Melgiansyah - Bola tendangannya mengarah ke kiri, gol dan salah diantisipasi oleh Fahmi (2-2).
- Abdulrahman - Bola tendangannya mengarah ke tengah dan gol, gagal terantisipasi oleh Fahmi (3-2).
- Ferdinand Sinaga - Bola tendangannya mengarah ke kiri dengan lemah, terantisipasi Fahmi yang kemudian membloknya (3-3).
Malaysia
- Mahali Jasuli - Bola tendangannya mengarah ke kanan agak ke atas dan gol, gagal terantisipasi oleh Kurnia Meiga (1-1).
- Fandi Othman Mohamad - Bola tendangannya mengarah ke kiri dan gol. Kurnia Meiga gagal mengantisipasi (1-2).
- Ahmad Fakhri Saarani - Bola tendangannya terblok oleh Kurnia Meiga, gagal (2-2).
- Fadli Mohamad Shas - Bola tendangannya mengarah ke kiri dan gol (3-3).
- Baddrol Bachtiar - Bola tendangannya mengarah ke tengah dan sempat diblok Kurnia Meiga, tetapi tetap masuk dan gol ini memastikan kemenangan Malaysia (4-3).
Senin, 14 November 2011
Biografi Imam Samudra
Intifadhah Palestina dan jihad Afghanistan membuat diriku benar-benar geram dan gundah. Aku ingin segera selesai sekolah dan mencari kerja untuk mendapatkan ongkos ke Afghanistan. Tapi ya bagaimana, untuk beli perangko kartu lebaran dan buku diary untuk kukirim ke Ketua OSIS-ku saja, aku harus menjebol tabunganku hasil beasiswa dari Depdikbud waktu itu. Ketua OSIS-ku waktu itu, kini
Langganan:
Postingan (Atom)


